Mengapa Setelah Melahirkan Ada Benjolan Di Vagina?

Mengapa Setelah Melahirkan Ada Benjolan Di Vagina?

Mungkin bagi anda yang baru saja melahirkan sempat bingung dan cemas kenapa tiba-tiba setelah melahirkan ada benjolan di vagina, entah apa penyebabnya bisa tumbuh benjolan di vagina. Namun untuk mengetahui itu semua perlu penelitian dengan dokter terdekat yang ada di wilayah anda dan untuk mengetahui mengenai Mengapa Setelah Melahirkan Ada Benjolan Di Vagina?, kami juga disini akan sedikit menjelaskan masalah tersebut. Untuk itu yuk simak terus artikel di bawah ini agar anda tau jawaban atas pertanyaan tersebut. Selamat membaca ūüôā

Mengapa Setelah Melahirkan Ada Benjolan Di Vagina

Setelah melahirkan, Anda akan merasakan ada sesuatu yang berbeda pada vagina. Menurut dr. Febriansyah Darus Sp.OG, dari RS Kemang Medical Care, perubahan tersebut terjadi secara alami, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Untuk mengetahui apa saja yang terjadi pada vagina seusai melahirkan, berikut penjelasannya.

Meregang. Dalam persalinan per vaginam, vagina akan terasa lebih lebar, terbuka, dan lebih  lembek. Beberapa wanita juga merasakan vagina memar atau bengkak. Setelah melahirkan, elastisitas vagina memang berkurang. Namun beberapa hari  kemudian, vagina akan mengalami pemulihan, meski tidak akan sepenuhnya kembali ke bentuk semula. Sementara untuk yang melahirkan secara Caesar, bentuknya akan tetap sama, namun terkadang terasa lembap akibat perubahan hormon.

Keluar cairan atau lokia. Selama masa nifas atau masa pembersihan rahim, akan terjadi ekskresi cairan selama beberapa  waktu atau dikenal dengan sebutan lokia. Pada masa nifas, darah kotor dikeluarkan supaya dinding rahim kembali normal dan siap untuk menstruasi lagi. Lokia biasanya berjumlah banyak, berlendir, dan berbau amis.

Luka episiotomi. Untuk melancarkan persalinan, terkadang dilakukan episiotomi atau menggunting jaringan otot antara vagina dan anus atau disebut perineum. Sebagian ibu yang melahirkan per vaginam akan mengalami hal tersebut. Pasca persalinan, robekan tersebut akan dijahit dan dirapikan kembali. Proses penyembuhan luka episiotomi biasanya akan lebih cepat dibandingkan luka lain, karena pada bagian perineum terdapat banyak pembuluh darah.

Infeksi. Cairan yang keluar pada masa nifas merupakan darah kotor, sehingga sering kali menjadi media bagi kuman untuk tumbuh dan menyebabkan bau tidak sedap, hingga menimbulkan infeksi pada vagina. Pada masa nifas, pembuluh darah dalam rahim masih terbuka. Akibatnya apabila terjadi infeksi pada jalan lahir, akan memengaruhi rahim sehingga terjadi infeksi pada dindingnya. Oleh karena itu, jika Anda mengalami episiotomi, harus melakukan perawatan dengan benar.

Namun diantara mereka ada yang bertanya tentang, mengapa seusai melahirkan ada benjolan di vagina?, nah untuk mengetahui hal tersebut mari simak penjelasan berikut ini.

Menurut dr. Andika Surya Atmadja :

Benjolan pada vagina dapat disebabkan oleh berbagai hal, baik penyakit anatomis atau infeksi. Beberapa penyebab benjolan di vagina adalah: – herpes virus: yaitu benjolan atau bintik kecil berkelompok berisi air, terasa gatal dan nyeri. – moluskum kontagiosum: yaitu benjolan kecil terpisah di daerah kemaluan dapat menyebar hingga lipat paha dan terasa gatal. Bila ditekan keluar “nasi” atau seperti komedo. – kista bartholin: yaitu kista pada daerah bibir vagina dan terjadi akibat sumbatan kelenjar yang berfungsi memproduksi pelumas vagina. Umumnya kista ini tidak menimbulkan keluhan selain teraba benjolan, namun bila sudah terjadi infeksi, dapat terbentuk abses bartholin dan terasa sangat nyeri, serta perlu dilakukan tindakan insisi drainase cairan nanah di dalamnya dan konsumsi anbiotik dalam waktu tertentu. – rectocele/ cystocele: yaitu kondisi kelemahan dinding vagina sehingga dalam saluran vagina teraba benjolan yang merupakan tonjolan dinding kandung kemih atau dinding rektum. Vagina terletak diantara kandung kemih dan rektum, dan bila terjadi kelemahan dinding vagina, organ disekitarnya dapat teraba menonjol. – prolap uteri : pada keadaan otot penyangga rahim yang melemah, dapat terjadi rahim yang ‘kendor’ atau istilah lain adalah ‘turun berok’ sehingga teraba benjolan/ massa keluar dari vagina. Sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan penyebab keluhan Anda. Dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan beberapa tes seperti, tes valsava, pemeriksaan dalam panggul, ultrasonografi, atau yang lain tergantung dari hasil pemeriksaan dokter Anda.

Keluhan-keluhan tersebut dapat ditangani secara medis akan tetapi anda tak usah khawatir karena kini banyak pengobatan yang dapat anda lakukan secara mudah. Salah satu cara pengobatan yang kami rekomendasikan kepada anda yaitu dengan mengkonsumsi herbal Ladyfem yang ampuh mengatasi benjolan tersebut.

Rekomendasi Dari Kami

Solusi  terbaik untuk membantu mengatasi benjolan di vagina salah satunya yaitu dengan menggunakan obat herbal ladyfem. Ladyfem merupakan suplemen kapsul herbal yang banyak diminati oleh para wanita di indonesia dan khasaiatnya pun telag terbukti ampuh.

Ladyfame adalah ramuan herbal yang terbuat dari bahan-bahan herbal alami yang berkhasiat untuk mengatasi masalah kewanitaan serta dapat mengembalikan kenikmatan saat berhubungan suami istri.

Khasiat dari LADYFAME ini ialah untuk membersihkan serta merapatkan dinding rahim, mengembalikan kinerja pada area intim kewanitaan seperti sedia kala, dan juga menghilangkan bau serta mengmebalikan kesegaran area intim wanita.

LADYFEM merupakan ramuan untuk permasalahan wanita yang telah mendapat izin dari BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan sehingga dijamin 100% legal. Selain itu, bahannya juga tersbuat dari bahan-bahan hebal alami untuk mengatasi masalah kewanitaan sehingga 100% aman untuk digunakan bahkan dapat digunakan secara rutin.

CARA MINUM LADYFEM :

  • Minggu Pertama : sehari 2x pagi & malam (tiap minum 2 kapsul)
  • Minggu selanjutnya : sehari 1x pagi/malam (tiap minum 2 kapsul)
  • Tidak disarankan untuk ibu hamil & menyusui, sebab pada kondisi tersebut hormon wanita dalam kondisi tidak normal secara alami jadi percuma jika di normalkan lagi denagn LADYFEM.
  • Boleh diminum saat haid.

Selain telah mendapat izin dari BPOM ladyfem juga telah banyak di konsumsi oleh wanita yang mempunyai keluhan seperti keputihan, gangguan haid, miom, kista dan penyakit kewanitaan lainnya, dan alhamdulillah khasiat ladyfem ini telah terbukti mengobati penyakit tersebut dengan aman dan tanpa efek samping. Untuk lebih meyakinkan anda kami akan memperlihatkan beberapa bukti nyata dari konsumen kami, silahkan kunjungi Testimoni Ladyfem.

Mungkin itulah artikel tentang Mengapa Setelah Melahirkan Ada Benjolan Di Vagina? Yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga apa yang telah kami sampaikan dapat bermanfaat sehingga bisa membantu anda dalam mengatasi masalah benjolan yang anda rasakan. Salam Sehat Dari Toko Zahra Herbal.

Baca Juga :

Tanaman Obat Untuk Kanker Payudara

Solusi Menghilangkan Benjolan Di Vagina Tanpa Obat

Manfaat Buah Noni Untuk Mengobati Benjolan di Vagina

Manfaat Buah Naga Untuk Mengobati Benjolan Di Vagina

Post  by : Obat Benjolan di Vagina

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *